Kebun Raya Baturraden, Ikon Wisata Baru Keindahan Banyumas (Sekarang dan di Masa Mendatang)


Pintu masuk Medical Garden di Kebun Raya Baturraden.
Di lokasi ini, spesies tumbuhan pegunungan di Jawa terus dibiakan

Portal sisi kiri di pintu gerbang Bumi Perkemahan Baturraden tiba-tiba langsung menutup, Minggu (23-8-2015), sekitar pukul 10.30. Waktu itu, kami hendak masuk. Sepersekian detik kemudian, dua petugas langsung keluar dari gardu portal yang merupakan pembatas wilayah lalu lalang milik PT Perhutani Alam Wisata ( PT Palawi) Baturraden ini.



Senyum ramah mengembang sambil menanyakan sedikit maksud dan tujuan.

"Maaf, hendak ke Pancuran Tujuh sekalian atau sekedar menikmati di wahana Bumper Wanawisata dan Kebun Raya," kata petugas berbaju cokelat waktu itu.

"Kebun Raya," jawab istriku.

"Maaf bayar Rp 30 ribu.  20 ribu untuk bapak ibu, 10 ribu untuk parkir kendaraan," timpalnya.

"Ok,"
   

*** 

Yap, kami pun mulai menjejak masuk dan melintas.

"Masih sama," batinku. 

Begitu masuk, sisi kiri jalan terhampar lapangan luas yang ada pepohonan tua nan besar karena merupakan pohon di hutan lindung.  Lalu, di sisi kanan ada gedung besar yang merupakan gedung pendopo.

Namanya Pendopo Kertiwana. Terletak di dalam wanawisata Baturraden, pendopo ini mampu menampung dengan kapasitas 300 orang dan sangat cocok untuk acara-acara keluarga, gathering perusahaan, reuni, atau kumpl bareng komunitas.

Akh, ini mengingatkan tahun 2012 lalu. Waktu dimana aku masih liputan tentang tumbangnya pohon besar di lokasi Wanawisata Baturradan. Sampai-sampai menimpa shelter dan gudang outbond hingga seluruh aktivitas wisata terhenti beberapa hari.

Selain itu, perjalanan awal ini juga mengingatkan aktivitasku di PT Palawi pada tahun 2005 lalu. Aku tercatat sebagai salah satu mahasiswa yang mengadakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Palawi. Satu bulan lebih. Nyaris dua bulan.

Hemhh.. masih sama. Belum berubah.

***

Lalu, aku melanjutkan perjalanan. Mobil sedikit kupercepat biar kenangan mantan (ekhhh), kenangan PKL dan liputan menguap lagi. wkwkw. Aku langsung tancap gas menuju ke Kebun Raya Baturraden. Sepanjang perjalanan, aku masih wow dalam hati ini. Wow karena Berdecak kagum akan lebatnya rimba Gunung Slamet sisi Selatan ini.

Tak lebih lima menit, sampailah di sebuah area parkir luas. (Hemhh, ini nih yang baru). Asyiknya lagi, sudah ada petunjuknya. "Area parkir menuju rumah pohon,"

Wah, bakalan asik nih.



Pintu Gerbang Kabun Raya Baturraden
Foto L Darmawan

Kami pun langsung disambut pada pintu gerbang besar layaknya gapura bertuliskan Kebun Raya Baturraden. Sungguh sangat besar gapuranya. Lalu sangat asri. Sangat tenang dan menyejukan. Hijau menghampar luas di pelupuk mata. Tak ada polusi di sini. Melangkah kaki ke dalam, kami disambut dengan berbagai tumbuhan.

Dari searching di google, rupanya kebun raya baturraden terus berbenah. Lokasi ini akan di bangun berbagai spesies tumbuhan pegunungan yang akan dibiakan. Tak cuma spesies tumbuhan gunung Slamet, tapi juga pegunungan di Jawa.

Taman Liana Kebun Raya Baturraden yang menjadi salah satu pintu gerbang spesies tumbuhan pegunungan Jawa

sejuk dan segar di depan medical garden

istri dan anak pemilik blog ini difoto dari dalam medical garden



***

Mengutip mongabay.co.id, dalam tulisan milik L Darmawan, Kebun Raya Baturraden menawarkan wisata pendidikan dan konservasi. berikut tulisannya, klik dong atau ikuti petikannya ini :

    Kebun Raya Baturraden rencananya di-launching pada Oktober 2015 mendatang. Meski belum diresmikan, tetapi kebun raya tersebut sudah mulai tertata. Karena di lokasi setempat telah ada spot-spot yang mendukung Kebun Raya Baturraden untuk mendukung tematik “Tanaman Pegunungan Jawa.

“Dengan adanya tematik tanaman pegunungan Jawa, maka pengelola Kebun Raya Baturraden mulai mengumpulkan beragam flora khas pegunungan. Tentu yang pertama dikumpulkan adalah tanaman dan pepohonan khas di Gunung Slamet. Selain itu, kami juga mengumpulkan bermacam tanaman lainnya dari sejumlah pegunungan di Jawa,”ujar Andika Andi Krisna, petugas Registrasi Koleksi Kebun Raya Baturraden, Kamis (16/7).

Dijelaskan oleh Andika, berbagai macam koleksi yang mulai dikoleksi di Kebun Raya Baturraden di antaranya berasal dari dan lainnya. “Jadi, kami ingin, nantinya Kebun Raya Baturraden menjadi tempat koleksi flora yang tumbuh di gunung-gunung di Jawa. Sampai sekarang, kami masih mencari tanaman yang khas agar dapat dikembangan di Kebun Raya Baturraden,”jelas Andika.

Menurutnya, berbagai macam flora yang telah dikumpulkan di antaranya adalah tumbuhan paku, anggrek, kantung semar, tanaman obat dan lainnya. “Berbagai macam tumbuhan tersebut saat sekarang telah ditata sedemikian rupa sesuai dengan tempatnya. Jadi ada spot-spot tanaman yang telah dikelompokkan. Misalnya saja ada lokasi tanaman herbal atau taman liliana,”katanya.

Peneliti LIPI yang menjadi pendamping di Kebun Raya Baturraden, Nuri Jilma Megawati, menunjukkan sejumlah lokasi yang kini menjadi tempat pengembangan flora untuk kebun raya. “Kalau di sini, merupakan tempat koleksi anggrek. Banyak ragam anggrek yang ada di sini. Tidak hanya yang khas dari Gunung Slamet, melinkan juga daerah pegunungan lainnya,”kata Mega, panggilan akrab Nuri Jilma Megawati.

“Tidak hanya anggrek yang menjadi koleksi Kebun Raya Baturraden, tetapi juga ada kantung semar yang macam-macam spesiesnya. Ada juga lokasi pengembangan tanaman obat. Namun sampai sekarang belum terlalu tinggi pohonnya, salah satunya disebabkan karena sinar matahari yang tidak langsung akibat terhalang tegakan hutan damar,”ujarnya.

Hingga kini, lanjut Mega, Kebun Raya Baturraden memiliki koleksi 116 suku, 396 marga, 571 spesies, 2.637 spesimen. Jumlah tersebut, katanya, dimungkinkan akan terus bertambah untuk menambah koleksi untuk melengkapi tanaman dan tumbuhan koleksi dari pegunungan di Jawa. “Masih cukup banyak koleksi yang bakal dikumpulkan. Idealnya memang dari seluruh pegunungan di Jawa dapat dikumpulkan di sini,”tambahnya.
***

Yup.  Seperti itulah isi dari wisata pendidikan dan konservasinya.


***

Usai dari situ, kami langsung lari menuju rumah pohon. Letaknya hanya di seberang jalan. Ya, itu dia rumah pohonnya.


Ya, itu dia rumah pohonnya. Raisa juga senang sekali

mereka yang kekinian dengan rumah pohon.

Maka, sungguh tempat ini menjadi sangat asik. Dari rangkaian area parkir, pintu gerbang yang bakal jadi ikonik karena akan menjadi lokasi foto selfie, kebun spesies tumbuhan pegunungan, taman liana, dan lokasi wisata keluarga.

Hebat. Setelah belajar, kami masih dimanja lagi dengan arena bermain yang sengaja menjadi fasilitas tambahan. Mulai dari jungkat jungkit, ayunan, sampai lokasi yang lagi ngehits sekarang, rumah pohon. Tak cukup dua jam untuk menikmati wisata di tempat ini.

***

Maka,  setahun kedepan,  atau bahkan setelah launching Oktober 2015 mendatang, Kebun Raya Baturraden harus bersiap menerima ratusan pengunjung setiap harinya. Ekh, bukan ratusan. Tapi ribuan pengunjung. Bahkan, puluhan ribu pengunjung di moment tertentu.

Maka, wisata Kebun Raya Baturraden bakal menjadi wisata alam primadona setahun atau dua tahun kedepan. Oh iya, masih tetep merindukan ada yang sms atau telpon ke nomrku untuk megajak jalan-jalan bareng. Yuk di order nomer saia di 085647732345 dengan pasword dengan wa tatang. hehe 

selfie di tempat sejuk

menunggu siapa nona manis . hehe

nampang

kantor kebun raya baturraden

asik berdua di rumah pohon kebun raya baturraden

wahana permaianan di sekitar rumah pohon kebun raya baturraden

ikonik

Komentar